11.18.2012

Asam, Basa Dan Garam


Asam, basa dan garam. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering berhubungan dengan senyawa asam, basa dan garam, bahkan hampir tiap hari kita selalu menggunakan senyawa yang bersifat asam maupun basa. Kita pun tak lepas dari garam karena hampir semua makan yang kita makan menggunakan garam. Untuk memahami tentang asam, basa dan garam mari kita bahas bersama-sama.

A.  Asam
Senyawa asam banyak kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Semua senyawa asam  mempunyai rasa masam/kecut. Rasa masam/kecut ini desebabkan oleh  adanya senyawa yang bersifat asam. Buah-buahan memiliki rasa asam berkat adanya senyawa asam yang dikandungnya. Jeruk mengandung asam sitrat sedangkan anggur mengandung asam tartrat. Air susu yang basi mengandung asam laktat. Selain itu, senyawa asam dapat kita temukan juga dalam lambung dan darah. Dalam lambung terdapat asam klorida yang berperan pada pencernaan makanan serta dalam darah terdapat asam karbonat dan asam phosfat yang berperan pada pengangkutan makanan. Perhatikan tabel berikut:
Tabel 1.1 Beberapa Asam dan Sumbernya

Ciri - Ciri Asam:
  • Rasanya asam
  • Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah
  • Mempunyai pH (derajat keasaman) kurang dari 7
  • Dapat menghantarkan listrik (termasuk larutan elektrolit)
  • Dengan logam tertentu dapat mengahasilkan gas hidrogen
  • Bersifat korosif atau merusak bahan-bahan benda-benda yang dikenainya
Peranan Asam Dalam Kehidupan Sehari - Hari
Asam merupakan salah satu senyawa yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, coba perhatikan tabel dibawah ini:
Beberapa Asam Yang Ada Disekitar Kita

Nama AsamFungsi
1. Asam dalam tubuh (Lambung) Asam KloridaMematikan bakteri dalam makanan
Menciptakan kodisi yang sesuai untuk memulai pencernaan protein
2. Asam dalam Industri
- Asam Sulfat- Membuat Pupuk
- baterai mobil
- Asam Nitrat- Membuat Pupuk
- Membuat bahan peledak
- Asam Klorida-Membersihkan logam dalam proses penyepuhan


Meskipun asam adalah senyawa yang sangat berguna, tetapi asam juga dapat menimbulkan berbagai kerusakan pada bahan-bahan yang dikenainya karena asam bersifat korosif. Salah satunya adalah peristiwa hujan asam. Berikut adalah beberapa dampak yang ditimbulkan oleh hujan asam:

  • Mengubah pH tanah sehingga kondisinya tidak sesuai dengan tumbuhan dan mengakibatkan pohon/tanaman mati.
  • dapat menghilangkan unsur-unsur hara dalam tanah sehingga mengurangi kesuburan tanah.
  • mengubah pH air sehingga dapat mematikan ikan-ikan dan biota-biota air.
  • merusak bangunan, terutama yang terbuat dari batu pualam (karbonat dan logam).
B.   Basa
Seperti halnya asam, basa juga banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Para ibu rumah tangga menggunakan abu gosok untuk mencuci piring. Basa dalam abu gosok dapat bereaksi dengan kotoran berupa lemak/minyak , sehingga menjadi larut. Sedangkan, untuk mencuci piring yang sangat  berminyak perlu menggunakan sabun. Sabun dapat melarutkan lemak dan minyak. Para penderita magh selalu minum obat berupa magnesium hidroksida atau aluminium hidroksida.mengubah pH air sehingga dapat mematikan 

Ciri - Ciri Basa
  • Pahit dan licin di kulit
  • Mempunyai pH lebih dari 7
  • warna lakmus merah menjadi biru
  • Dapat menghantarkan listrik (termasuk larutan elektrolit)
  • Dapat menetralkan sifat asam
  • Bersifat kausatik atau dapat merusak kulit



Peranan Basa dalam Kehidupan Sehari - Hari
Perhatikan Tabel dibawah ini:
Beberapa Basa Yang Dikenal


Nama BasaTerdapat Dalam
Alumunium HidroksidaDeodoran, Antasid
Kalsium HidroksidaMortar dan Plester
Magnesium HidroksidaAntasid
Natrium HidroksidaBahan Sabun

Teori Asam Basa Arhenius

Dari uraian di atas, salah satu ciri dari asam adalah senyawa yang berasa  asam dan memerahkan lakmus biru sedangkan basa adalah senyawa berasa pahit dan licin di kulit serta dapat membirukan lakmus merah. Ciri tersebut belum dapat menjelaskan mengapa asam atau basa dapat menghantarkan listrik atau dikenal dengan istilah elektrolit. Untuk itu, Svante August Arrhenius mengajukan suatu konsep asam-basa yang di kenal sebagai teori asam-basa Arrhenius.


Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidrogen (H+). Semakin banyak ion H+, semakin kuat sifat asamnya. Dengan demikian,  dikenal asam kuat dan asam lemah. Asam kuat dalam air terionisasi sempurna (semua terurai menjadi ion), sedangkan asam lemah terionisasi sebagian (tidak semua terurai menjadi ion). Perhatikan tabel berikut.

Asam Kuat dan Reaksi Ionisasinya


Asam Lemah dan Rekasi Ionisasinya
Basa adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH-). Semakin banyak ion OH-, semakin kuat sifat basanya. Dengan demikian,  dikenal basa kuat dan basa lemah. Basa kuat dalam air terionisasi sempurna (semua terurai menjadi ion), sedangkan basa lemah terionisasi sebagian (tidak semua terurai menjadi ion). Perhatikan tabel berikut
Basa Kuat dan Reaksi Ionisasinya


Basa Lemah dan Reakasi Ionisasinya



Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal garam dapur yang biasa digunakan untuk bumbu masak. Garam dapur merupakan salah contoh dari garam menurut  ilmu kimia.
Seperti halnya asam dan basa, garam juga memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Perhatikan tabel berikut.

Adapun ciri-ciri dari garam antara lain:
  • Dalam bentuk leburan (cairan) atau lelehan dapat menghantarkan listrik
  • Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral tergantung jenis asam (kuat atau lemah) dan basa (kuat atau lemah) pembentuknya.  

Tingkat Keasaman

Tingkat keasaman merupakan ukuran besar kecilnya pH yang menunjukkan skala keasaman dan kebasaan suatu larutan, angkanya sekitar 0 sampai dengan 14 dengan ketentuan sebagai berikut.
  • Larutan  asam memiliki pH<7
  • Larutan basa memiliki pH>7
  • Larutan netral memiliki pH=7


Indikator
Indikator adalah bahan/alat yang digunakan untuk mengenali sifat suatu senyawa (asam, basa atau netral).
Macam-macam Indikator:
Indikator alami
Indikator alami diperoleh dari bagian tumbuhan berwarna dapat berupa bunga, daun, buah, biji, atau akarnya. Contohnya, kunir, bunga sepatu merah, kulit manggis, dan lain-lain.
Misalkan kulit manggis, kulitnya digerus sampai halus kemudian dituangi pelarut (alkohol) dan selanjutnya airnya dipisahkan melalui penyaringan.  Ekstrak kulit manggis tersebut di teteskan pada senyawa yang bersifat asam atau basa, contohnya adalah larutan asam (HCl) atau basa (NaOH), maka:
Pada larutan asam : terjadi perubahan warna dari ungu menjadi coklat kemerahan
Pada larutan basa: terjadi perubahan warna dari ungu menjadi biru kehitaman
Indikator  buatan
  • Kertas lakmus
  • Kertas indikator universal
  • Larutan
  • pH meter/pH digital
Indikator Larutam
 Indikator Kertas lakmus


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar